Bercak Titik-Titik Hitam (Floaters) dan Kilatan Cahaya (Flashes) di Mata

Flashes dan Floaters adalah salah satu gelaja kelainan di mata, letaknya di dalam rongga bola mata yang disebut Vitreous (badan kaca) dan Retina (syaraf mata).

“Floaters” yaitu pasien merasakan didalam mata ada benda hitam melayang-layang dengan berbagai bentuk dan ukuran, akan terlihat jelas apabila memandang bidang yang bersih dan terang, misalnya di dinding putih.

“Flashes” yaitu pasien merasakan adanya kilatan cahaya didalam mata atau disebut Photopsia, dan akan lebih sering dilihat di malam hari atau di ruangan gelap.

Bola mata manusia bagian dalam dilapisi lapisan tipis yang disebut Retina atau lapisan serabut syaraf mata, lapisan tipis ini sangat peka terhadap cahaya berfungsi menangkap bayangan yang masuk ke dalam mata dan diteruskan ke bagian otak tertentu dan akan diterjemahkan sebagai benda yang dilihat.

Rongga bola mata tersebut diatas berisi seperti jelly atau agar-agar jernih disebut Vitreous atau badan kaca, berfungsi sebagai media refrakta yang menghantarkan cahaya masuk dari Kornea ke Makula di Retina.

Apa yang menyebabkan Floaters dan Flashes ?

Floater bisa terjadi karena Vitreous mengalami degenerasi atau penuan yaitu terjadinya pencairan Vitreous atau badan kaca, umumnya terjadi pada pasien umur diatas 55 tahun, akan tetapi dapat juga terjadi pada pasien umur muda, yaitu pada penderita Myopia, pernah operasi mata atau pernah dilakukan laser Retina dan kasus-kasus Retina lainnya.

Pada waktu Vitreous mencair ada yang menebal dan ada yang mengkerut, hal ini yang dapat mengakibatkan terlepasnya Vitreous dari Retina, proses ini disebut Posterior Vitreous Detachment (PVD). Bagian Vitreous yang terlepas ini terlihat pasien sebagai benda melayang-layang yang kemudian disebut Floaters.

Flashes atau kilatan cahaya, terjadi karena pergesekan cairan Vitreous atau tertariknya lapisan Retina. Kejadian ini tidak menimbulkan rasa sakit, dapat terjadi selama beberapa hari, bahkan minggu terkadang berbulan-bulan.

Apa yang harus dilakukan jika mengalami Flashes atau Floaters?

Flashes dan Floaters umumnya tidak berbahaya, tetapi ini ada kemungkinan menunjukkan kondisi serius dari Retina seperti : penipisan Retina, Ablasio atau lepasnya Retina, perdarahan Vitreous, dll.

Floaters dan Flashes sebagian besar tidak perlu diobati, kecuali jika dalam pemeriksaan ada gejala robekan Retina.Oleh karena itu jika Saudara mendapatkan adanya gejala tersebut segera periksakan untuk memastikan apakah kondisi mata berbahaya atau tidak.

Bagaimana terjadi Retina robek?

Perlekatan Vitreous dan Retina dapat terlepas sewaktu-waktu, lokasi yang paling sering terjadi pelepasan di bagian belakang bola mata. Ada kalanya perlekatan antara Vitreous dan Retina sangat kuat dibagian tertentu sehingga bagian Vitreous yang terlepas dapat tertarik ke bagian yang melekat erat, sehingga terjadilah robekan Retina.

Bagaimana terjadinya Ablasio Retina atau terlepasnya Retina?

Proses lepasnya Retina dari perlekatannya seperti kertas wallpaper terkelupas dari dinding. Pada umumnya diawali dengan adanya robekan retina, kemudian diikuti dengan masuknya cairan melalui robekan tersebut menyusup antara Retina dan bola mata yang mengakibatkan terlepasnya Retina. Retina yang terlepas ini dapat mengakibatkan hilangnya penglihatan permanen.

Tindakan untuk menangani Retina robek

Dengan melekatkan kembali Retina robek dengan alat “Laser Photokoagulasi” (proses pemanasan) atau” Cryopexy” (proses pembekuan), disekeliling Retina robek. Tindakan diatas bertujuan membuat jaringan parut atau sikatrik antara Retina robek dengan jaringan dibawahnya, sehingga dapat mencegah terjadinya rembesan cairan Vitreous ke bagian bawah Retina dengan demikian mencegah Ablasi Retina.

Tindakan ini sangat efektif (95%) dalam mencegah Ablasi Retina. Tindakan Laser Photokoagulasi dapat dilakukan rawat jalan.

Faktor Resiko Ablasio Retina

  • Miopia (Rabun Jauh) Tinggi,
  • Trauma Mata,
  • Ada Riwayat Keluarga dengan Ablasio retina,
  • Pernah mengalami Operasi Mata,
  • Dijumpai adanya penipisan Retina sewaktu diperiksa dokter mata.

Menegakan Diagnosa Robekan Retina dan Ablasio Retina

Dokter Mata akan memeriksa mata pasien dengan alat Direk Ofthalmoskope, atau Indirek Ofthalmoskopi atau lensa khusus dengan Lensa Biomikroskop , yaitu Lensa dan lampu khusus. Sebelum dilakukan tindakaniniterkadang mata akan ditetesi dengan obat tetes mata Midiatikum yang bertujuan untuk melebarkan manik mata, sehingga akan memudahkan dokter memeriksa keadaan mata bagian dalam semaksimal mungkin.Setelah pemakaian obat tetes mata tersebut, terkadang pasien masih merasakan silau untuk beberapa saat kurang lebih 1-2 jam.

Apa yang harus dilakukan jika mata seseorang dijumpai Ablasi / Lepasnya Retina?

Setelah retina terlepas, harus segera ditempelkan kembali, dengan operasi. Apabila operasi dilakukan lebih awal, hasilnya umumnya cukup baik dengan keuntungan yang signifikan dalam penglihatannya. Penundaan dalam operasi menurunkan kemungkinan keberhasilan dan penglihatan diperoleh juga terbatas.

Jenis Operasi Ablasi Retina

Ada beberapa macam tindakan Operasi Ablasi, pemilihan jenis Operasi dan Anestesi (lokal atau umum) tergantung pada berat ringannya kasus Ablasi Retina.

Lokasi Retina yang lepas atau Ablasi, harus ditentukan terlebih dahulu kemudian dilakukan Laser Photokoagulasi (pemanasan), atau Cryopexy (pembekuan) untuk menutup robekan. Adakalanya dimasukkan gelembung udara atau gas tertentu ke dalam bola mata untuk membantu mendorong Retina yang terlepas agar menempel ke tempatnya di dinding bola mata.

 

  1. Scleral Buckle.

Sabuk silikon dipasang melingkar bola mata dengan tujuan membentuk lekukan kedalam pada dinding bola mata sehingga bisa menutupi rongga yang terjadi akibat robekan Retina.

  1. Vitrektomi

Merupakan tindakan pengeluaran cairan Vitreous kemudian diganti dengan gas khusus atau diberikan minyak silikon. Secara perlahan-lahan gas tersebut akan diserap dan digantikan kembali dengan cairan yang diproduksi oleh mata sendiri. Terkadang Vitrektomi dilakukan bersamaan dengan Scleral Buckle.

Apakah penglihatan membaik ?

Diperlukan beberapa bulan untuk perbaikan tajam penglihatan, tetapi beberapa kasus ada yang penglihatan tidak bisa kembali normal, atau bahkan tetap tidak bisa melihat kembali.

Bagaimana jika tidak dioperasi ?

Retina lepas maka tidak dapat berfungsi, sehingga Saudara akan kehilangan penglihatan atau menjadi buta.

Apa yang sebaiknya dilakukan?

  • Jika Saudara mengalami gejala – gejala Ablasi Retina segera periksakan ke dokter mata untuk mendapatkan pengobatan sedini mungkin;
  • Jika Saudara berisiko terjadi Ablasio Retina, sebaiknya periksa mata rutin secara teratur;
  • Jika anda mengalami gejala & tanda diatas

Hubungi Klinik Vitreo Retina RS. Mata "Dr. YAP" Yogyakarta