Pemakaian Lensa Kontak yang Aman

LENSA KONTAK
Lensa kontak merupakan bahan bening tipis seperti plastik berbentuk mangkok yang akan dipasang menempel pada kornea. Oleh karena lensa kontak menempel pada lapisan air mata yang meliputi permukaan depan mata, mata setiap berkedip, kelopak mata akan menggerakan lensa kontak sedikit. Gerakan ini berguna untuk melumasi dan memberikan oksigen pada kornea.


Kegunaan Lensa Kontak antara lain:
1.Optik untuk koreksi tajam penglihatan (miop, hipermetrop, astigmatism dan prebiop)
2.Orthopik untuk koreksi posisi bola mata, misalnya pada mata juling.
3.Diagnostik sebagai alat bantu dalam pemeriksaan misalnya pada saat fitting lensa kontak.
4.Terapi sebagai alat bantu dalam pengobatan penyakit mata.
Misal: Trichiasis atau bulu mata masuk kedalam sehingga melukai kornea dipasang lensa kontak untuk melindungi kornea, ada erosi kornea, atau ulkus kornea dipasang lensa kontak untuk mempercepat penyembuhan dan pasien tidak perlu dibebat plester, paska bedah vitrektomi dan paska refraktif, dll.
5.Kosmetik untuk memperbaiki keindahan tampilan mata (lensa kontak warna) dan adanya sikatrik kornea atau kornea keruh dipasang lensa kontak warna hitam untuk kosmetik.
6.Kegunaan lain:
a)Koreksi tajam penglihatan pada pasien paska bedah katarak, karena apabila dikoreksi dengan kacamata akan menimbulkan perasaan tidak nyaman karena ada pembesaran bayangan (distorsi).
b)Dipakaikan pada pasien dengan kornea keratokonus ( kelainan permukaan kornea)


Keuntungan Pemakaian Lensa Kontak dibanding Kacamata
Pemakaian Lensa Kontak
Gambar yang dihasilkan lebih tajam karena menempel langsung di kornea, tidak ada jarak antara pucak kornea dengan permukaan lensa kaca bagian dalam (jarak vertek).
Pemakaian Lensa Kacamata
-Lensa Kacamata Minus merupakan kaca dengan permukaan tipis di tengah dan tebal di pinggir, apabila dipakai kaca mata minus tinggi maka lensa dipinggir semakin tebal sehingga kesan benda menjadi lebih kecil dan lapang pandangan tidak luas. Oleh karena itu pemakai lensa minus tinggi merasakan berada di dalam kotak, atau disebut Jack in the box.
-Lensa Kacamata Plus kebalikannya jika dipakai plusnya tinggi maka benda akan menjadi semakin besar disbanding aslinya.


Pembagian Lensa Kontak
Pembagian menurut bahan dasar
1)Lensa Kontak Lunak, disebut soft lenses terbuat dari bahan hidrogel atau silikon.
-  Tersedia penggunaan jangka pendek dan jangka panjang (extended wear)
- Menyerap banyak air sehingga flexibl, lensa kontak lunak pemakaian jangka panjang (extended wear) memerlukan pembersihan secara berkala.
2)Lensa Kontak Keras, kaku atau rigid disebut hard lenses terbuat dari bahan PMNA (Polimethil Metacrylat) atau PMMA dicampur silicon. Lensa kontak keras generasi akhir dapat dilalui oleh gas oksigen atau udara.
-Gas oksigen sangat diperlukan oleh kornea agar dapat berfungsi baik, didapat dari udara larut dalam air mata saat berkedip, pemompaan ke bawah lensa, dan dari pembuluh darah sekitar mata.
-Tersedia untuk pemakaian jangka panjang (extended wear).
Pembagian menurut besar diameter lensa kontak:
1)Lensa konstak kornea, lensa kontak hanya menutupi sebagian dari permukaan kornea (lensa kontak keras/kaku/hardlens)
2)Lensa kontak semi sclera, lensa kontak menutupi seluruh permukaan kornea dan sebagian dari sclera (lensa kontak lunak/soft lens)
3)Lensa kontak sclera, lensa kontak menutupi kornea dan sclera (untuk kosmetik, digunakan untuk perbaikan bentuk mata, bahan lensa keras atau kaku)


Lensa kontak merupakan benda asing di mata dalam penggunaaanya membutuhkan penyesuaian, lensa kontak lunak penyesuaiannya lebih singkat (hanya beberapa hari, bahkan beberapa jam) dibanding lensa kontak kaku yang memerlukan waktu penyesuaian kurang lebih 2 minggu sampai 1 tahun.
Perasaan yang mungkin terjadi saat penyesuaian pemakaian lensa kontak, misal: iritasi, mata berair, ada sensasi benda asing, mata sering berkedip.


Kelebihan & Kekurangan
Lensa Kontak Kera (Hard Lens)
Kelebihan lensa ini dapat memberikan tajam penglihatan yang baik dan mampu mengkoreksi astigmat yaitu kelainan refraksi disebabkan karena ketidak teraturan lengkung kornea, mudah pembersihan dan perawatannya, masa pemakaiannya panjang, selama tidak ada perubahan ukuran koreksi refraksi.
Kekurangannya jika dipakai kurang nyaman, adptasinya lama dan masih jarang yang dirancang untuk dipakai malam hari.
Lensa kontak lunak (Soft Lens)
Kelebihannya mudah adaptasi, langsung nyaman dipakai. Kemungkinan lepas lebih sedikit saat aktivitas yang berlebihan, dapat dipakai jangka lama dan mudah bergantian dengan kaca mata apabila sewaktu-waktu iperlukan. Tersedia dalam berbagai warna.
Kekurangannya, biaya lebih mahal karena harus sering diganti dan perawatannya lebih rumit. Lensa jenis ini sudah tersedia untuk koreksi astigmat, tetapi belum bisa menghasilkan tajam penglihatan yang baik, hal ini disebabkan karena sifatnya yang lunak tidak kuat untuk mengkoreksi astigmat. Lensa kontak lunak mudah terjadi iritasi atau infeksi karena sifatnya yang mudah menyerap air.


Jenis mana yang terbaik?
Yang cocok bagi aktivitas dan kondisi pemakaiannya tidak ada yang terbaik, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.


Resiko Pemakaian Lensa Kontak
-Lensa kontak merupakan benda asing menempel di permukaan kornea, sehingga mudah menimbulkan iritasi, alergi, trauma/tergores maupun infeksi bagi pemakainya.
-Apabila lensa kontak dipakai terlalu lama menimbulkan kornea bengkak atau edem, dapat berakibat kornea mudah tergores atau abrasi.
-Sebagian pemakai lensa kontak mengalami deposit/endapan protein (berasal dari air mata) menempel di permukaan lensa kontak sehingga juga menimbulkan abrasi atau permukaan kornea menjadi tidak licin.
-Lensa kontak memerlukan cairan pembersih, sehingga sebagian pemakai lensa kontak ada juga yang mengalami alergi dari bahan pengawet cairan.
Lensa kontak harian jarang menimbulkan infeksi sedang lensa extended sering menimbulkan infeksi dan yang paling ditakuti adalah kuman acanthamuba. Hal ini umumnya disebabkan karena tidak baik dalam penatalaksanaan / perawatan oleh pemakai lensa kontak.


Cara Pencegahan Terjadinya Komplikasi Pemakaian Lensa Kontak
1.Ikuti petunjuk dokter, rekomendasi dari pembuat lensa kontak atau dari petugas optic.
2.Jangan membersihkan lensa kontak dengan air kran, atau air sumur, memakai lensa kontak saat mandi dengan air panas, showering.
3.Jika berenang atau menyelam pengguna lensa kontak harus memakai kacamata renang kedap air, apabila setelah selesai kegiatan harus dibersihkan sebelum dipakai kembali. Apabila dipakai merasa tidak nyaman sebaiknya diganti yang baru.


Perawatan Lensa Kontak
1.Setiap malam lensa kontak dilakukan pembersihan dan dilakukan dis-infeksi.
2.Cuci tangan sebelum memasang dan mengambil atau melepas lensa kontak.
3.Lebih baik memakai lensa kontak dissposible harian (mengganti setiap hari)
4.Apabila memakai lensa kontak jangka panjang lakukan penggosokan lensa kontak saat pencucian, meskipun di katakana pemakaian cairan pembersih tidak perlu digosok/diusap, karena adanya jamur, atau dijumpai bahan penyebab iritasi.


Tanda-tanda adanya iritasi, inflamasi (peradangan), atau infeksi pada pemakaian lensa kontak
Mata merah, berair, sakit saat pengangkatan lensa kontak, silau, kabur, dan perasaan tidak nyaman di mata setelah lensa kontak terpasang.


Apabila dijumpai tanda-tanda tersebut di atas segera hentikan pemakaian lensa kontak, dan segera hubungi dokter mata terdekat. Tidak semua tanda di atas disebabkan infeksi, kuman acanthamuba adlah kuman berbahaya yang sering dijumpai pada penderita pemakai lensa kontak, kuman lain juga mempunyai gejala sama, akan tetapi lebih baik menghindari sebelum kejadian karena infeksi ini akan menyebabkan berkurangnya tajam penglihatan karena terjadi kekeruhan kornea menetap (permanent) saat penyembuhan karen terkadi jaringan pareut (sikatrik). Apabila ingin penglihatan menjadi lebih baik lagi terkadang diperlukan cangkok kornea (transplantasi kornea)

 

 

Rumah Sakit Mata “Dr. Yap” Yogyakarta
Jl. Cik Di Tiro No.5 Yogyakrta
Telepon (0274) 544744, 550380
Fax. (0274) 517239
Email: rsmata@yap.or.id