Apakah Mungkin Retinopati Diabetika Diobati?

Retinopati diabetika ditangani dengan tindakan laser guna menutup kebocoran pembuluh darah yang tidak normal. Pancaran kecil energi laser dapat menutup kebocoran pembuluh darah dan membentuk luka kecil di dalam mata. Luka ini mengurangi pertumbuhan pembuluh darah baru dan menyebabkan pembuluh darah muda yang ada mengkerut dan menutup. Tindakan laser biasanya sebagai rawat jalan. Pengobatan ini tidak membutuhkan persiapan khusus atau rawat inap. Namun, tindakan laser tidak dapat digunakan pada setiap pasien. Pada kasus - kasus kompleks dimana terjadi pendarahan vitreous atau tarikan jaringan ikat yang menyebabkan lepasnya lapisan retina, diperlukan tindakan khusus yang disebut vitrektomi. Akan tetapi, prognosis atau peluang kesembuhan jika sudah mencapai tahap ini tidak terlalu baik sehingga deteksi dini melalui pemeriksaan mata dan perawatan yang sesuai adalah kunci kesuksesan tata laksana komplikasi Diabetes Mellitus pada mata. Deteksi dini melalui pemeriksaan mata dan perawatan yang sesuai adalah kunci kesuksesan pengobatan.

Pada fase awal, retinopati diabetik dapat ditangani dengan laser saja, pada kasus lanjut kadang perlu operasi vitrektomi untuk membersihkan vitreus yang keruh akibat pendarahan, atau untuk mengupas jaringan ikat pada permukaan retina. Perbaikan tajam penglihatan setelah operasi vitrektomi untuk retinopati diabetik tergantung kepada :

1. Keadaan makula dan saraf mata sebelum operasi

2. Riwayat laser sebelum operasi

3. Keadaan umum penderita

4. Keberhasilan menjaga kadar gula darah dalam batas normal setelah operasi

Keberhasilan operasi vitrektomi untuk retinopati diabetik lebih tinggi pada penderita yang sudah menjalani laser sebelum operasi dan pada penderita dengan kontrol gula darah yang baik. Glukosa atau gula darah adalah sumber energi utama bagi tubuh manusia. Glukosa diserap ke peredaran darah melalui saluran pencernaan. Sebagian glukosa ini kemudian langsung digunakan sel otak dan sel tubuh lainnya, sedangkan lainnya disimpan di hati dan otot. Lalu, tahukah Anda apa itu Diabetes Mellitus?