Mengenal Katarak Kongenital

Katarak kongenital merupakan kekeruhan lensa yang mulai ada sejak lahir atau bayi dalam kandungan dan segera dapat dilihat setelah lahir atau kurang dari 3 bulan. Katarak bisa terjadi pada satu mata atau dua mata. Penyebab katarak kongenital antara lain karena faktor genetik, infeksi ibu pada saat kehamilan (Infeksi Rubella, Cytomegalovirus (CMV), Varicella (cacar air), Toxoplasmosis), gangguan metabolisme, penggunaan obat/radiasi atau bahkan tidak dapat diketahui penyebabnya (idiopatik). Katarak kongenital banyak terjadi akibat infeksi sejak dalam kandungan seperti infeksi. Kelainan katarak kongenital ini bisa disertai dengan kelainan lain seperti kurangnya pendengaran, kelainan jantung, kelainan kulit, kelainan pada ginjal, atau retardasi mental.

Penampakan katarak kongenital yang biasa diketahui oleh orang tua adalah adanya putih-putih pada tengah mata (seperti mata kucing). Keluhan yang biasanya dirasakan adalah anak tidak berespon terhadap mainan, melihat tidak jelas, tidak dapat mengambil benda. Anak dengan penampakan seperti adanya putih-putih pada mata disertai keluhan tersebut sebaiknya segera diperiksakan dan dikonsultasikan kepada dokter.

Penanganan katarak kongenital dilakukan operasi pengambilan lensa yang keruh/katarak. Penanganan katarak kongenital ini sangat dibutuhkan untuk memaksimalkan penglihatan anak dikemudian hari. Operasi pada katarak kongenital di satu mata dilakukan lebih cepat dibandingkan pada katarak di dua mata. Resiko penanganan katarak kongenital yang terlambat bisa menyebabkan mata malas/amblyopia pada anak. Salah satu pencegahan untuk terjadinya katarak kongenital akibat infeksi rubella dan varicella adalah diberikannya vaksinasi pada calon ibu sebelum program hamil.