Retinopathy of Prematurity (ROP)

Retinopathy of Prematurity (ROP) adalah suatu kelainan proliferasi pembuluh darah pada mata yang mengenai neonatus atau bayi prematur. Normalnya, pembuluh darah retina mulai terbentuk pada minggu ke-16 kehamilan dan terbentuk sempurna pada umur kehamilan 41-42 minggu. Jika bayi lahir prematur, maka pertumbuhan pembuluh darah normal akan terhenti dan dapat terjadi kelainan berupa timbulnya pembuluh darah baru yang tidak normal (neovaskularisasi). Neovaskularisasi ini dapat menimbulkan komplikasi berupa perdarahan ke dalam rongga mata atau tarikan pada retina hingga terlepas. Berat badan bayi lahir rendah (< 1500 gram), lahir prematur dan penggunaan oksigen yang tidak tepat merupakan faktor resiko terjadinya ROP.

Pemeriksaan mata pada bayi prematur dilakukan pada semua bayi yang lahir dengan berat < 1500 gram, usia kehamilan < 30 minggu. Pemeriksaan pertama kali dilakukan antara 4-6 minggu setelah kelahiran atau antara usia kehamilan 31-33 minggu setelah konsepsi atau hari pertama menstruasi terakhir.

Retinopati karena prematuritas bisa didiagnosis dengan bantuan oftalmoskopi indirek atau Retinal camera (RetCam). Pemeriksaan dapat dilakukan walaupun bayi masih di dalam inkubator. Deteksi dini yang tepat pada bayi prematur diharapkan dapat mencegah perburukan kondisi ROP itu sendiri. Penanganan ROP bisa dilakukan dengan pemantauan ketat secara berkala, cryoablasi atau laser pada retina, penyuntikan anti VEGF ke dalam bola, dan atau operasi vitrektomi.

Kondisi yang mungkin terjadi pada mata ROP yang sudah mengalami regresi antara lain miopia dengan astigmatisme (silinder), mata juling, mata malas (amblyopia), katarak, glaukoma, atau kelainan retina seperti terbentuknya jaringan parut pada retina, lepasnya retina akibat tarikan. Oleh karena itulah dibutuhkan pemantauan berkala setiap 6 bulan sampai berusia 3 tahun.