Apa itu Pterygium?

Pterygium merupakan pertumbuhan jaringan fibrovaskular yang berbentuk selaput tipis pada bagian putih mata atau konjungtiva mata. Pertumbuhannya dapat mengalami perluasan sampai ke bagian kornea mata. Pertumbuhan selaput mata tipis akan terus berkembang seiring berjalannya waktu.

Penyakit ini lebih banyak dijumpai di daerah tropis dan pekerja yang banyak melakukan aktivitas di luar ruangan. Paparan sinar matahari, debu, pasir, partikel-partikel yang terbawa angin, mata kering, infeksi mikroba atau virus merupakan faktor risiko Pterygium.

Keluhan dan gejala pterygium antara lain mata terasa kering, mata merah, penglihatan terganggu, mengganjal, kurang nyaman dan gerak bola mata sedikit terganggu. Cara mengurangi pertumbuhan pterygium yaitu dengan menggunakan kacamata anti UV, memakai topi saat melakukan aktivitas di ruang terbuka. Sampai saat ini penanganan terbaik adalah dengan tindakan operasi. Pemberian tetes mata diberikan hanya untuk penanganan sementara. Berbagai macam teknik operasi telah dikembangkan diantaranya adalah teknik Bare Sclera, Mc Reynold dan Conjungtival Autograft.

Perawatan pasca operasi antara lain obat tetes mata dan obat yang diminum dipakai teratur sesuai anjuran dokter,hindari benturan atau menggosok-gosok mata yang telah dioperasi, hindari terkena air selama seminggu pada mata yang telah dioperasi, hindari paparan sinar matahari dan debu untuk menurunkan risiko kekambuhan setelah operasi.