Mengenal Low Vision

Low vision adalah suatu kondisi penglihatan dimana seseorang yang setelah dilakukan tindakan medis dan koreksi refraksi standard fungsi penglihatannya terhambat. Setelah mendapatkan penglihatan terbaik dengan atau tanpa alat bantu dan mendapat latihan serta modifikasi lingkungan maka fungsi dan kemampuannnya akan menjadi optimal.

Ciri-ciri penderita low vision antara lain menulis dan membaca dalam jarak dekat, hanya dapat membaca huruf berukuran besar, sulit membaca tulisan dari jarak jauh, memicingkan mata atau mengerutkan dahi ketika melihat obyek, terlihat tidak menatap lurus kedepan ketika memandang sesuatu, bola mata bergerak-gerak, sulit melihat pada malam haridan kondisi mata tampak lainmisalnya terlihat berkabut atau berwarna putih pada bagian luar.

Low Vision dapat diakibatkan oleh berbagai kelainan yang mempengaruhi mata dan sistem penglihatan diantaranya cacat bawaan, kecelakaan atau penyakit tertentu. Penyebab yang lebih umum adalah kerusakan pada retina yang merupakan jaringan peka cahaya dalam bola mata, misalnya kerusakan retina akibat penyakit diabetes (retinopati diabetika), lepasnya retina (ablasi retina) atau makula retina. Namun, kerusakan penglihatan dapat juga disebabkan oleh kondisisepertikatarak kongenital, glaukoma dan luka pada kornea.

Cara mengatasi kondisi Low Vision yaitu menggunakan alat bantu non optik yang dibutuhkan seperti pencahayaan, kepekaan kontras dan posisi melihat.Optimalisasi penglihatan terbaik dengan kacamata dan kacapembesar atau alat bantu elektronik untuk jarak dekat dan untuk jarak jauh dengan menggunakan teleskop. Selain itu bisa juga menggunakan media belajar yang dibutuhkan dengan memperbesar huruf teks ataumenggunakan huruf braille. Latihan penglihatan ini lebih efektif pada bayi, prasekolah dan usia sekolah.