Mata Juga Bisa Malas: Cegah Sejak Dini!

Mata malas atau ambliopia, merupakan kondisi dengan penurunan tajam penglihatan akibat adanya gangguan perkembangan penglihatan selama masa kanak-kanak. Gangguan ini umumnya mengenai satu mata, namun dapat juga terjadi pada kedua mata.

Terdapat periode kritis optimalisasi perkembangan bagian otak yang memproses penglihatan. Normalnya pada usia 4 tahun perkembangan otak sudah hampir lengkap. Bila otak tidak menerima bayangan yang jelas/ jernih dari salah satu atau kedua mata selama masa kritis perkembangan ini, maka mata akan sulit meningkatkan kemampuan melihat setelah perkembangan otak selesai (yaitu pada usia 8-10 tahun). Akibatnya mata mengalami kondisi ambliopia atau mata malas.

Penyebab ambliopia antara lain kelainan refraksi; perbedaan kekuatan refraksi yang besar antara mata kanan dan kiri; mata juling; serta hambatan masuknya cahaya ke dalam mata (kelopak mata jatuh, katarak). Bila masalah dideteksi sejak dini, peluang keberhasilan terapi akan lebih tinggi. Keberhasilan terapi tergantung pada beratnya ambliopia dan usia saat mulai terapi. Bila dideteksi pada usia di atas 4 tahun, angka keberhasilan akan lebih rendah. Hal ini yang sulit dilakukan tanpa peran serta dari orang tua, karena anak-anak biasanya belum dapat mengeluh tentang penglihatannya. Selain itu terdapat mitos bahwa anak-anak belum perlu memakai kacamata karena belum dapat membaca. Akibatnya, ketika mulai masuk sekolah dan anak mulai mengeluhkan penglihatannya, kondisi yang terjadi sudah cukup berat.

Untuk mengatasi ambliopia, anak harus menggunakan matanya yang malas dengan terapi oklusi/ patching, yaitu menutup mata yang penglihatannya lebih baik. Bila anak membutuhkan kacamata maka anak harus memakai kacamata sepanjang hari ketika beraktivitas.