Penanganan Mata Silinder (Cylindris)

Mata Silinder (Cylindris) atau istilah medisnya astigmatisma merupakan kelainan ketajaman penglihatan disebabkan karena penderita tidak dapat melihat jelas pada gambar disatu bidang datar sehingga penderita memiliki pandangan yang seperti berbayang dalam melihat benda. Hal ini disebabkan karena kelengkungan kornea yang tidak rata, kelainan lensa dan kekeruhan lensa..

Gejala seseorang yang menderita astigmatisma yaitu mata kabur penglihatannya jika melihat jauh maupun dekat, obyek yang dilihat tampak membayang dan penderita mungkin merasa cepat lelah matanya. Penanganannya adalah menyatukan kedua fokus utama menggunakan lensa (Cylindris). Kedua fokus yang sudah bersatu tersebut harus terletak tepat di retina. Penderita bisa menggunakan kacamata silinder atau bisa menggunakan lensa kontak khusus (lensa kontak toric) yang menyesuaikan dengan kebutuhan pasien sesuai dengan aktifitasnya. Jika panderita kurang menyukai kacamata atau lensa kontak maka bisa dengan penanganan bedah refraktif (Lasik). Lasik adalah prosedur bedah refraktif yang bertujuan untuk memperbaiki ketajaman penglihatan mata seseorang dengan teknologi laser menggantikan kacamata dan lensa kontak. Mesin lasik umumnya bisa menghilangkan pemakaian kacamata/lensa kontak sampai minus 12 dan jika dengan lensa cylindris sampai dengan cylindris 4.

Beberapa syarat untuk tindakan lasik antara lain pasien berumur 18 tahun ke atas, mata dalam keadaan sehat dan tidak ada kelainan mata lain, kelainan refraksi mata stabil dalam kurun waktu satu tahun terakhir serta bersedia kontrol ulang setelah operasi lasik.