Mengenal Low Vision

Low Vision
Low vision adalah suatu kondisi penglihatan dimana seseorang walaupun telah dilakukan tindakan medis dan koreksi refraksi maksimal fungsi penglihatannya terhambat. Pasien low vision masih mempunyai sisa penglihatan yang bisa difungsikan sehingga diupayakan untuk mengoptimalkan kondisi tersebut agar pasien low vision tetap dapat beraktivitas.

Penyebab Low Vision
Low vision dapat diakibatkan oleh kelainan pada mata dan sistem penglihatan, seperti cacat bawaan, kecelakaan, atau penyakit tertentu. Penyebab tersering adalah kerusakan pada retina, yaitu jaringan peka cahaya dalam bola mata antara lain degenerasi makula, retinopati diabetika, terlepasnya retina (ablasio retina) Namun, kerusakan penglihatan dapat juga disebabkan oleh :
a.Katarak kongenital
b.Glaukoma
c.Bekas luka pada kornea
d.Kelainan kornea bawaan

Ciri-Ciri Umum Pasien Low Vision
a.Menulis dan membaca dalam jarak dekat, hanya dapat membaca huruf berukuran besar dan sulit membaca tulisan di papan tulis dari jarak jauh
b.Memicingkan mata atau mengerutkan dahi ketika melihat obyek atau benda
c.Terlihat tidak menatap lurus ke depan ketika memandang sesuatu
d.Bola mata bergerak-gerak
e.Kondisi mata tampak lain, misal terlihat berkabut atau berwarna putih pada bagian luar
f.Sulit melihat pada malam hari.

Cara Mengatasi Kondisi Low Vision
a.Menggunakan alat bantu non optik seperti pencahayaan, kepekaan, kontras dan posisimelihat
b.Menggunakan penglihatan terbaik dengan kacamata atau kaca pembesar untuk jarak jauh dengan teleskop atau alat bantu elektronik
c.Latihan dalam penggunaan alat bantu penglihatan
d.Menggunakan media belajar yang dibutuhkan seperti huruf teks yang diperbesar dan dipertebal, huruf braille
e.Menggunakan teknologi berbasis suara seperti komputer bicara, handphone dengan aplikasi bicara.