Kelainan Mata pada Pasien COVID-19

Coronavirus merupakan virus keluarga Coronaviridae yang menyebabkan sindrom saluran pernapasan akut. Pada Desember 2019, Coronavirus pertama kali diidentifikasi di Wuhan China hingga akhirnya penularan virus tersebut meluas ke beberapa negara di dunia. COVID-19 atau Coronavirus Disease 2019 dapat menular dari manusia ke manusia melalui:

1. Droplet saluran napas (batuk, bersin)

2. Kontak dengan benda atau permukaan yang terkontaminasi virus, lalu menyentuh area mulut, hidung atau mata

Kelainan Mata Pasien COVID-19 Ping Wu, MD., Fang Duan, MD dkk telah melakukan penelitian mengenai manifestasi kelainan mata pada pasien COVID-19 dan didapatkan hasil bahwa 1 dari 3 pasien dengan COVID-19 di Provinsi Hubei China memiliki kelainan mata berupa konjungtivitis. Konjungtivitis merupakan peradangan pada selaput yang melapisi permukaan bola dan kelopak mata bagian dalam yang ditandai dengan mata menjadi kemerahan, mata berair dan terasa gatal. Berdasarkan penelitian, gejala dan tanda yang dialami oleh pasien COVID-19 antara lain sebagai berikut:

1.Epifora

Epifora merupakan kondisi mata berair yang disebabkanadanya sensasi benda asing, terbakar, tergores atau gatal sehingga kelenjar lakrimal yang ada di mata memproduksi air mata berlebih.

2.Hiperemia konjungtiva

Hiperemia konjungtiva ditandai dengan warna kemerahan akibat pelebaran pembuluh darah pada konjungtiva.

3.Kemosis

Kemosis merupakan edema atau pembengkakan yang terjadi pada stroma konjungtiva.

Pencegahan COVID-19 Upaya preventif merupakan kunci utama untuk terhindar dari penularan COVID-19. Upaya yang dapat dilakukan yaitu terutama menjaga kebersihan tangan dan hindari meyentuh area mulut, hidung dan mata. Berikut upaya pencegahan lainnya yang dapat dilakukan:

1.Sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau cairan pembersih tangan yang mengandung alkohol.

2.Menerapkan etika batuk dan bersin, bila batuk/ bersin tutup dengan menggunakan lengan atas bagian dalam atau tisu.

3.Disiplin menerapkan physical distancing dengan menjaga jarak minimal 1 meter dari orang lain.

4.Tetap tinggal di rumah dan membatasi aktivitas di luar rumah. Tunda atau batasi perjalanan yang tidak mendesak ke negara atau wilayah terjangkit.

5.Ketika mengalami gejala gangguan saluran napas, gunakan masker dan segera periksa ke fasilitas pelayanan kesehatan.

6.Menjaga kesehatan dan kebugaran dengan melakukan Gerakan Masyarakat hidup Sehat (GERMAS) agar sistem imunitas meningkat.

7.Menghindari kontak dengan hewan, pasar hewan, tidak mengkonsumsi daging mentah atau daging hewan liar.

Utamakan upaya preventif sebelum penyakit melanda, dan segerakan periksa ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat apabila mengalami gejala Covid-19.