Masalah Kesehatan Mata yang Sering Terjadi pada Anak

Mata yang sehat merupakan aset penting untuk perkembangan setiap anak. Masalah penglihatan yang terlambat ditanganidapat berdampak pada perkembangan kognitif, motorik, dan sosial seorang anak. Menyadari kondisi kesehatan mata anak dan mengetahui bagaimana cara mengatasinya dapat membantu meringankan kecemasan orang tua. Berikut adalah masalah-masalah penglihatan yang sering ditemui pada bayi dan anak.

Kelainan Refraksi

Anak yang memicingkan mata atau memiringkan kepala untuk melihat dengan lebih baik, atau melihat dengan dekat sering kali dapat menjadi indikasi kelainan refraksi. Kelainan refraksi yang terjadi dapat berupa miopia (rabun jauh), hipermetropia (rabun dekat), dan astigmatisme (mata silindris). Apabila tidak dikoreksi, kelainan refraksi ini dapat mengakibatkan ambliopia (mata malas) dan strabismus (mata juling). Pemeriksaan mata pada usia dini penting dilakukan, terutama jika ada riwayat kelainan refraksi pada keluarga. Pastikan cahaya yang cukup saat anak membaca dan ajarkan aturan 20-20-20 untuk mengistirahatkan mata selama 20 detik setiap 20 menit membaca dekat untuk melihat sesuatu yang berjarak 20 kaki (6 meter). Cegah kelelahan mata lebih lanjut dengan mengurangi bermain komputer/handphone dan menonton televisi dan menghabiskan lebih banyak waktu bermain di luar ruangan.

Retinopathy of prematurity

Kelahiran prematur dapat mengakibatkan Retinopathy of Prematurity (ROP), yaitu kelainan mata yang disebabkan perkembangan pembuluh darah retina yang tidak normal. Retina adalah lapisan dalam mata yang menerima cahaya dan mengubahnya menjadi pesan visual yang dikirim ke otak. Risiko ROP terjadi pada bayi yang lahir < 34 minggu (preterm) dan atau berat lahir < 1500 gr. Riwayat penggunaan oksigen selama dirawat dan transfusi darah dapat meningkatkan risiko ROP. Bila ROP tidak dideteksi sejak dini dapat berpotensi menyebabkangangguan penglihatan yang cukup berat sampai kebutaan.

Katarak Kongenital

Risiko kelainan mata pada anak dapat terjadi sejak dalam kandungan. Apabila seorang ibu hamil terinfeksi virus Rubella, dapat berisiko melahirkan bayi dengan katarak kongenital, yang umumnya disertai dengan kelainan jantung dan gangguan pendengaran. Katarak kongenital bisa juga terjadi tanpa diketahui penyebabnya (idiopatik). Kondisi ini membutuhkan penanganan yang tepat dan segera, karena bila terlambat ditangani dapat menyebabkan amblyopia (mata malas).

Glaukoma Kongenital

Kasus ini biasanya baru terdeteksi pada usia 3-6 bulan, dan beberapa kasus baru terlihat di usia 3 tahun.Gejala dan tanda glaukoma kongenital antara lain bola mata tampak lebih besar dan menonjol, bagian hitam mata anak tampak lebih besar dibanding normal, saat melihat terang anak terlihat kesakitan atau silau, mata sering berair, kelopak mata sulit membuka. Kasus glaukoma pada anak umumnya membutuhkan tindakan operasi untuk membantu menurunkan dan mengontrol tekanan bola mata. Kerusakan saraf yang terjadi pada glaukoma bersifat permanen dan tidak bisa disembuhkan, sehingga deteksi dan terapi sejak dini sangatlah penting untuk mencegah kebutaan.

Retinoblastoma

Kelainan mata lain yang juga banyak ditemukan pada bayi dan anak adalah tumor mata, baik yang sifatnya jinak maupun ganas. Retinoblastoma adalah salah satu tumor mata yang ganas dimana mata anak tampak seperti “mata kucing”. Retinoblastoma yang tidak terdiagnosis dan tidak ditangani sejak awal dapat mengancam penglihatan bahkan dapat mengancam nyawa.

Gangguan Saluran Air Mata

Mata berair pada seorang bayi juga merupakan suatu tanda kelainan mata.  Mata berair yang tidak disertai dengan mata merah dapat terjadi pada kondisi pembentukan saluran air mata yang belum sempurna. Hal ini dapat menyebabkan sumbatan saluran air mata (obstruksi duktus nasolakrimalis) hingga infeksi.

Kapan sebaiknya melakukan pemeriksaan mata pada anak?

Pemeriksaan mata perlu dilakukan sesegera mungkin bila terdapat riwayat kelahiran prematur/berat badan lahir rendah, riwayat infeksi pada ibu hamil,riwayat keluarga dengan penggunaan kacamata/gangguan penglihatan, ataupun mengalami gejala dan tanda di atas. Bila tidak terdapat riwayat tersebut dan tidak ada keluhan, maka sebaiknya anak diperiksakan pada saat usia mereka 3-5 tahun.  Pada usia tersebut, anak sudah lebih kooperatif dan dapat diperiksa tajam penglihatannya secara lebih akurat. Bila terdapat mata malas (amblyopia), maka tingkat keberhasilan terapinya akan lebih tinggi dibandingkan pada usia yang lebih tua.

Layanan Pemeriksaan Mata Anak di RS Mata “Dr.YAP”

Anak-anak memerlukan pendekatan dan perlakuan khusus saat dilakukan pemeriksaan mata. RS Mata “Dr.YAP” menghadirkan layanan pemeriksaan mata bayi dan anak yang komprehensif, dilengkapi fasilitas diagnostik dan terapi yang lengkap, serta ditangani oleh dokter spesialis mata yang berpengalaman di bidang pediatrik oftalmologi. Untuk mengetahui kondisi kesehatan mata anak dan informasi lebih lanjut, Anda dapat berkonsultasi secara langsung dengan dokter spesialis mata RS Mata “Dr.YAP”.