Peduli Lingkungan, RS Mata “Dr.YAP” Promosikan Pengolahan dan Pelatihan Membuat Kompos dari Sampah Organik

Yogyakarta, 8 April 2019 - RS Mata “Dr.YAP” turut ambil bagian dalam pameran “Cakupan Pelayanan Kesehatan Semesta” yang bertempat di Ballroom Hotel Tentrem Yogyakarta, Senin-Selasa, 8-9 April 2019.

Kegiatan yang turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta KGPAA Paku Alam X ini merupakan bagian dari Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) yang digelar Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dalam kesempatan eksebisi kali ini, RS. Mata “Dr.YAP” menampilkan proses pengolahan sampah organik hingga menjadi kompos yang siap digunakan. Praktik yang dilakukan oleh RS Mata “Dr.YAP” sejak 2008 adalah mengolah sampah secara komunal. Artinya, dalam jumlah besar.

Dengan luas ruang terbuka hijau mencapai hampir 14 ribu meter persegi, RS Mata “Dr.YAP” menghasilkan sampah organik dalam jumlah yang sangat banyak. Sampah didominasi daun pepohonan yang gugur. Jika tidak dikelola dengan bijak, sampah dalam jumlah besar tentu akan menimbulkan masalah yang tak kalah besar pula. Pendekatan berbasis lingkungan diambil untuk memanfaatkan sampah organik tersebut agar dapat bermanfaat.

Hasilnya, selain dapat meminimalkan masalah yang timbul akibat keberadaan sampah, RS Mata “Dr.YAP” dapat memproduksi pupuk yang dimanfaatkan untuk menyuburkan ekosistem ruang hijau yang mendominasi total area rumah sakit, yakni sebesar 60 persen. Selain itu, hasil pengolahan kompos juga dipasarkan untuk umum dalam kemasan 5 kilogram.

Tidak hanya menampilkan proses mengolah dan produk olahan sampah organik berupa kompos, RS Mata “Dr.YAP” juga mempromosikan program pelatihan pengolahan kompos bagi masyarakat umum. Dalam pelatihan tersebut, tim dari RS Mata “Dr.YAP” yang sudah berpengalaman akan memberi materi dan praktik bagaimana membuat kompos dari awal hingga siap dimanfaatkan.

Harapannya, dengan mempromosikan pemanfaatan sampah, masyarakat dapat ikut serta mengolah sampah secara efektif dan ramah lingkungan. Sampah yang sering dianggap sebagai biang masalah, ternyata bisa memberi manfaat, salah satunya sebagai pupuk alami yang menyuburkan tanaman. (Humas RS. Mata "Dr.YAP)