Mandatory Training Tata Kelola, Budaya Keselamatan, Pencegahan dan Pengendalian Infeksi

Yogyakarta, 18 April 2019 - RS Mata “Dr.YAP” mengadakan Mandatory Training yang diikuti oleh dokter, karyawan, dan tennant, Selasa, 16 April 2019 di Aula RS Mata “Dr.YAP”. Pelatihan dibagi menjadi dua sesi, yaitu sesi pagi yang dimulai pukul 08.00, dan sesi siang pukul 12.30.

Mandatory Training merupakan agenda wajib yang dilaksanakan setahun sekali. Kegiatan ini difasilitasi oleh Sie Sumber Daya Manusia (SDM) dengan tujuan memberi pengetahuan secara teori dan praktik tentang rumah sakit kepada seluruh civitas RS Mata “Dr.YAP”.

Dalam kesempatan kali ini, dipresentasikan tiga materi, yaitu tentang tata kelola rumah sakit yang disampaikan oleh Direktur Rumah Sakit Mata “Dr.YAP” dr. Eny Tjahjani Permatasari, Sp.M., M.Kes.; budaya keselamatan rumah sakit oleh dr. Rastri Paramita, Sp.M.; dan terkait pencegahan infeksi di rumah sakit yang dibawakan oleh Syarah Risty Suryati, S.Kep., Ns.

dr. Eny Tjahjani Permatasari, Sp.M., M.Kes. dalam sambutannya mengajak seluruh civitas RS Mata “Dr.YAP” untuk menunjukkan profesionalitas sesuai dengan profesi masing-masing.

“Beri pelayanan yang terbaik dan ramah pada pasien. Pakailah alat pelindung diri (APD) untuk keselamatan. Jangan lupa selalu cuci tangan dengan benar,” memberi arahan kepada peserta Mandatory Training.

Direktur menambahkan, bahwa mandatory training ini merupakan kesempatan bagi karyawan baru untuk menambah pengetahuan agar bisa mengembangkan potensi dengan sebaik-baiknya. Bagi karyawan lama, mandatory training adalah waktu yang baik untuk menguatkan lagi komitmen bersama yang ditujukan untuk kepuasan pasien dan kemajuan rumah sakit.

Kepuasan pasien dan keluarga merupakan fokus dari pelayanan Rumah Sakit Mata “Dr.YAP”. Untuk mencapai itu, diperlukan kerjasama yang terorganisir dan kolaboratif antara satu karyawan dengan karyawan lain, sesuai dengan materi yang disampaikan dr. Rastri Paramita, Sp.M. tentang budaya keselamatan rumah sakit.

“Saat ini, dokter bukan lagi menjadi fokus dalam penerapan budaya keselamatan di rumah sakit. Dokter adalah ketua kelompok atau leader-nya. Karyawan harus membantu dokter dengan memberi masukan supaya pasien dan keluarganya bisa puas dengan pelayanan kita. Semua harus mengambil peran sesuai profesi masing-masing,” kata dia.

Untuk mencapai mutu yang baik, seluruh civitas RS Mata “Dr.YAP” wajib mendukung budaya keselamatan sehingga menjadi budaya yang diterapkan di rumah sakit. Cara-cara lama yang tidak pro pada keselamatan pasien harus diubah. Kepuasan pasien akan muncul jika seluruh civitas RS Mata “Dr.YAP” mampu menjaga mutu dengan mempraktikkan tindakan yang menjunjung tinggi patient safety.

Salah satu tindakan yang menjunjung tinggi keselamatan pasien adalah menjaga kebersihan tangan mengacu pada imbauan World Health Organization (WHO) lima saat enam langkah, yaitu sebelum kontak dengan pasien, sebelum melakukan tindakan aseptik, setelah terpapar cairan tubuh pasien, setelah kontak dengan pasien, setelah menyentuh lingkungan sekitar pasien, seperti disampaikan Syarah Risty Suryati, S.Kep., Ns.

Dalam kesempatan itu, dia juga menjelaskan mengenai pencegahan dan pengendalian HAIs (Healthcare-Associated Infections) yang saat ini menjadi challenge bagi setiap rumah sakit di dunia, terutama di negara berkembang. Risiko terjadinya HAIs di negara berkembang 20 kali lebih tinggi dibanding negara maju.

Agar penyebaran HAIs dapat ditekan, seluruh civitas RS Mata “Dr.YAP” harus mempu menerapkan cara cuci tangan yang benar, mengenakan APD yang standar saat bekerja, termasuk cara memakai da melepaskannya. Selain itu, lakukan etika batuk yang tepat.

“Mungkin tidak setiap saat kita sedia dan menggunakan masker. Untuk itu, gunakan lengan atas bagian dalam saat batuk di mana pun kita berada” kata perawat pencegah dan pengendali infeksi (IPCN - Infection Prevention and Control Nurse) RS Mata “Dr.YAP” ini. (Humas RS Mata "Dr.YAP")