Oftalmologi Sosial: RS Mata “Dr. YAP” Periksa 178 Siswa yang Alami Kelainan Refraksi di Gunung Kidul

Yogyakarta, 25 Juli 2019 - RS Mata “Dr. YAP” mengadakan pemeriksaan mata lanjutan bagi peserta didik setingkat sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI) di Kabupaten Gunung Kidul, DIY, Selasa-Rabu (23-24/7). Bertempat di Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Wonosari , agenda ini merupakan rangkaian dari program oftalmologi sosial (ofsos) deteksi dini kelainan mata bagi siswa SD/MI yang telah dicanangkan RS Mata “Dr. YAP” berkolaborasi dengan Rotary Club Mataram Yogyakarta (RCMY) serta Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan Kabupaten Gunung Kidul.

RS Mata “Dr. YAP” memberi mandat pada dr. Rastri Paramita, Sp.M. dibantu dokter residen mata, dokter muda koass, perawat serta staf untuk memfasilitasi pemeriksaan bagi siswa. Dalam dua hari, RS Mata “Dr. YAP” berhasil memeriksa 178 siswa. 93 siswa di hari pertama, 85 pada hari kedua.

“Kegiatan ini adalah pemeriksaan lanjutan dimana anak-anak akan di-visus (pemeriksaan tajam penglihatan) ulang, periksa refraktometri, lalu diperiksa langsung oleh dokter spesialis mata. Terakhir, memilih frame kacamata yang disukai,” ungkap dr. Rastri Paramita, Sp.M. atau yang akrab disapa dr. Mita.

Berdasarkan pemeriksaan yang telah dilakukan, sebagian besar siswa mengalami gangguan penglihatan berupa miopia atau rabun jauh dan astigmatisme. Namun, ada pula yang mengalami amblyopia atau mata malas serta low vision.

Sebelumnya, RS Mata “Dr. YAP” telah memulai program ini dengan melakukan pelatihan bagi guru dari masing-masing sekolah yang tersebar di Kabupaten Gunung Kidul. Para guru dilatih untuk dapat melakukan deteksi dini kelainan mata dengan pemeriksaan tajam penglihatan. Paska pelatihan, mereka diminta untuk melakukan praktik deteksi dini pada anak muridnya di sekolah masing-masing. Dari hasil deteksi dini yang dilakukan di tiap sekolah, siswa setingkat SD/MI di Gunung Kidul yang mengalami masalah penglihatan diperiksa langsung oleh dokter spesialis mata. Kelainan penglihatan tersebut berakibat langsung pada aktivitas mereka, baik di sekolah maupun masyarakat. Untuk itu, RS Mata “Dr. YAP” dan pihak terkait saling bersinergi untuk merampungkan program deteksi dini di tahun 2019 agar dapat mencapai tujuannya, yaitu menurunkan angka kebutaan akibat kelainan refraksi.

“Program ini masih akan terus berlanjut,” tutup dr. Mita. (Humas RS Mata "Dr. YAP")