Oftalmologi Sosial: Deteksi Dini Mata Siswa SD/MI Gunung Kidul Terus Berlanjut

Yogyakarta, 24 Oktober 2019 - RS Mata “Dr. YAP” kembali bersinergi bersama Rotary Club Mataram Yogyakarta (RCMY) dan Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul untuk menggelar deteksi dini kelainan mata bagi siswa SD/MI se-Kabupaten Gunung Kidul di Aula Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), Jalan Pemuda, Wonosari, Rabu (23/10) . Dalam oftalmologi sosial (ofsos) kali ini, sejumlah 100 siswa yang berasal dari sejumlah SD/MI di Kecamatan Ponjong dan Karangmojo mendapat pemeriksaan tajam penglihatan (visus), refraktometri, dan tidak ketinggalan pemeriksaan kacamata langsung oleh dokter spesialis mata RS Mata “Dr. YAP”. Bagi siswa yang mengalami kelainan refraksi akan diberi bantuan kacamata. RCMY, mitra RS Mata “Dr. YAP”, menyiapkan kacamata dengan berbagai model serta warna yang menarik. Tujuannya, para siswa dapat memilih sendiri bingkai kacamata yang disukai agar ke depan akan terus dipakai saat beraktivitas, baik saat sekolah maupun di rumah. Berdasarkan hasil pemeriksaan, miopia atau rabun jauh masih mendominasi gangguan penglihatan yang dialami siswa. Mereka yang mengalami miopia menjalani wawancara dengan dokter tentang faktor risiko, seperti pertanyaan seputar keturunan, durasi bermain gawai, belajar dengan komputer jinjing, hingga jarak saat menonton televisi. Bagi siswa yang masih membutuhkan pemeriksaan lanjutan akan mendapat rujukan agar bisa segera ditangani. Sebelumnya, RS Mata “Dr. YAP” bersama RCMY telah menginisisasi program ini dengan melakukan pelatihan bagi guru dari seluruh sekolah yang tersebar di Kabupaten Gunung Kidul. Para guru dilatih untuk dapat melakukan deteksi dini kelainan pada mata dengan pemeriksaan tajam penglihatan. Paska pelatihan, mereka bertugas untuk melakukan deteksi dini pada anak didiknya di sekolah masing-masing. Dari hasil deteksi dini tersebut, siswa yang mengalami masalah penglihatan selanjutnya diperiksa langsung oleh dokter spesialis mata. Kelainan penglihatan merupakan salah satu masalah yang berakibat langsung pada aktivitas para siswaa, baik di sekolah maupun dalam berinteraksi dengan masyarakat. Untuk itu, RS Mata “Dr. YAP” dan pihak terkait bersinergi untuk merampungkan program deteksi dini di tahun 2019 agar dapat mencapai tujuannya, yaitu menurunkan angka kebutaan akibat kelainan refraksi. (Humas RS Mata "Dr. YAP")