Jumpa Pers World Sight Day 2019: RS Mata “Dr. YAP” Ajak Masyarakat Peduli Kesehatan Mata

Yogyakarta, 29 Oktober 2019 - Memperingati Hari Penglihatan Sedunia atau World Sight Day (WSD) 2019 yang jatuh pada bulan Oktober ini, RS Mata “Dr. YAP” menggelar jumpa pers dengan mengundang sejumlah media cetak dan elektronik di Aula Gedung Operasi Lantai 2, Selasa (29/10). WSD merupakan momen tahunan sebagai pengingat pemerintah, institusi, perusahaan, maupun individu untuk secara aktif mendukung upaya cegah kebutaan. Kesadaran masyarakat global akan pentingnya indera penglihatan merupakan sesuatu yang penting. Usaha untuk menjaga fungsi mata dapat dilakukan dengan upaya preventif salah satunya periksa secara rutin atau deteksi dini yang berfokus pada penyakit mata berisiko kebutaan antara lain katarak, glaukoma, retinopati diabetika dan kelainan refraksi. “Sebagai rumah sakit mata, kami ingin agar masyarakat selalu aware, selalu peduli pada kesehatan mata,” ungkap Direktur Bidang Pelayanan dan Pendidikan RS Mata “Dr. YAP” dr. Erin Arsianti, Sp.M.,M.Sc.,MPH. Salah satu penyakit mata yang butuh deteksi dini sebagai upaya preventif adalah retinopati diabetika atau diabetes retinopati. Retinopati diabetika merupakan komplikasi akibat diabetes melitus yang tidak terkendali. Pada tahap ringan hingga sedang, penyakit ini mungkin tidak memiliki gejala. Namun, jika sudah mencapai tahap lanjut, banyak pasien datang dengan keluhan mata sakit dan penglihatan kabur. Retinopati diabetika bersifat permanen sehingga akan sulit untuk sembuh jika progresnya sudah terlampau cepat. Sebaliknya, apabila cepat dideteksi maka risiko pasien mengalami kebutaan dapat ditekan secara optimal. Berdasarkan data WHO, retinopati diabetika merupakan penyebab kebutaan nomor 4 setelah katarak, glaukoma, dan degenerasi makula. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan prevalensi diabetes mellitus di provinsi DIY pada penduduk semua umur adalah yang tertinggi ke-2 di Indonesia (2,4%). Dari pemeriksaan yang dilakukan pada 2933 pasien diabetes mellitus di 42 puskesmas di wilayah Provinsi DIY didapatkan hasil 292 pasien positif terkena retinopati diabetika. Besarnya angka prevalensi penyakit retinopati diabetika menjadi dasar pentingnya dilakukan deteksi dini. RS Mata “Dr. YAP” akan menggelar Puncak Acara WSD 2019 pada Minggu, 3 November 2019 mulai pukul 07.00-11.00 WIB. Berkolaborasi dengan Paguyuban Peduli Retina Yogyakarta, RS Mata “Dr. YAP” akan memfasilitasi periksa mata gratis bagi guru sekolah di sekitar rumah sakit, kader kesehatan, Paguyuban Peduli Retina Yogyakarta, serta masyarakat umum. Selain periksa mata gratis, gelaran tersebut juga akan diisi dengan senam zumba bersama, fun game eating in the dark yang akan mengajak para peserta berempati menjadi orang dengan gangguan penglihatan. Disusul talk show bertema retinopati diabetika dengan narasumber dr. Dewi Prita Dharmastuti, Sp.M., stand simulasi gangguan penglihatan, edukasi gizi dan farmasi, serta pemeriksaan gula darah gratis. (Humas RS Mata "Dr. YAP")