Yayasan Dr. Yap Prawirohusodo Inisiasi Pengelolaan Terpadu Sampah dan Limbah B3

Yogyakarta, 28 Januari 2020 - Keberadaan sampah merupakan hal yang tidak dapat dihindari. Volumenya bahkan terus meningkat seiring pertumbuhan jumlah penduduk serta budaya konsumsi di masyarakat. Agar sampah tidak menjadi masalah, perlu dilakukan sistem pengelolaan yang benar dan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Yayasan Dr. Yap Prawirohusodo menggandeng Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta menghelat sosialisasi pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) serta pengelolaan sampah domestik di Aula Gedung Operasi RS Mata “Dr. YAP”, Selasa (28/1). Gelaran ini dihadiri oleh badan-badan usaha yang berada di bawah naungan Yayasan Dr. Yap Prawirohusodo termasuk RS Mata “Dr. YAP”, Badan Sosial Mardi Wuto, dan Yap Square beserta para tenant. Wakil Ketua II Yayasan Dr. Yap Prawirohusodo Drs. Suhartono, MM. menyampaikan kesanggupan pihak yayasan untuk menyediakan sarana dan prasarana pengelolaan sampah serta limbah B3. “Kami ingin para tenant memiliki kesadaran yang sama dalam mengelola sampah terutama (limbah) B3,” ungkapnya di depan peserta sosialisasi. Hadir sebagai pemateri Kepala Bidang Penataan dan Pegendalian Dampak Lingkungan DLH Kota Yogyakarta Feri Edi Sunantyo, SKM., MPH. dan Kepala Seksi Pengurangan Sampah DLH Kota Yogyakarta Faizah, S.Si., M.Si. yang masing-masing memaparkan strategi pengelolaan limbah B3 serta pengelolaan sampah domestik. Dalam paparannya, Feri menyampaikan bahwa limbah B3 sangat mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Setiap rumah tangga pasti memiliki limbah B3, baik itu dari alat elektronik, cairan pembersih lantai, obat anti nyamuk, cat kaleng, pelumas kendaraan bermotor, baterai hingga lampu bekas. Lebih-lebih di tempat usaha seperti rumah sakit maupun pertokoan yang frekuensi penggunaan bahan-bahan tersebut jauh di atas rumah tangga biasa. “Kami apresiasi pada yayasan (Dr. Yap Prawirohusodo) karena mau berkomunikasi dengan kami sehingga sosialisasi ini bisa terlaksana. Kami berharap limbah B3 di sini dapat dikelola secara terpadu. B3 dapat dikumpulkan dulu secara kolektif, kalau sudah banyak baru diserahkan ke TPS (tempat pembuangan sementara) yang telah ditunjuk,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa untuk mengelola limbah B3 perlu disiapkan ruang khusus yang terpisah sebagai penyimpanan sementara. Limbah B3 dapat ditempatkan di dalam wadah yang diberi keterangan sehingga antara jenis satu dengan yang lain tidak bercampur. Proses pemisahan dan pemilahan tersebut penting agar nanti saat sudah terkumpul, limbah B3 dapat lebih mudah diproses sesuai jenisnya. Selain itu, dapat menekan risiko membahayakan manusia serta pencemaran lingkungan terutama pada air dan tanah. Selain menghasilkan limbah B3, Yayasan Dr. Yap Prawirohusodo dan badan-badan usaha di bawahnya pun menghasilkan sampah domestik. Faizah menyampaikan vitalnya melakukan pengelompokan sampah sejak awal. “Pengelolaan sampah adalah tugas pemerintah. Tugas masyarakat adalah memisahkan dan memilah sampah sesuai jenisnya,” kata dia. Aksi sederhana tersebut, bagi dia, sudah membantu pemerintah dalam mengelola sampah dengan lebih efektif. Harapannya, makin banyak masyarakat yang mengurangi penggunaan air minum dalam kemasan, makanan berbungkus plastik, hingga styrofoam dan menggantinya dengan tumbler minum, pemakaian “lepek” untuk wadah makanan serta bahan ramah lingkungan lain. Agar jumlah sampah dapat berkurang. Yayasan Dr. Yap Prawirohusodo, RS Mata “Dr. YAP”, Badan Sosial Mardiwuto dan Yap Square berkomitmen mengurangi sampah sekaligus mengelola limbah B3 secara terpadu dan terintegrasi demi meningkatkan mutu pelayanan. (Humas RS Mata "Dr. YAP")