Hari Penglihatan Sedunia, RS Mata “Dr. YAP” Skrining Retinopati Diabetika

Yogyakarta, 14 Oktober 2020 — RS Mata “Dr.YAP” yang telah berdiri sejak 97 tahun lalu selain berkewajiban menangani kasus mata yang bersifat kuratif, juga berfokus memberi pelayanan kesehatan berorientasi pada kesehatan masyarakat (sifatnya promotif dan preventif) seputar kesehatan mata melalui kegiatan oftalmologi komunitas.

Kegiatan oftalmologi komunitas di RS Mata “Dr.YAP” meliputi deteksi dini kelainan mata untuk siswa-siswi sekolah, pelayanan bagi difabel yang dikelola oleh Jamkesos di wilayah DIY, pembinaan puskesmas di Kota Yogyakarta meliputi pelatihan kader posyandu lansia dan pendampingan pemeriksaan mata oleh kader di masing-masing tempat. Selain itu, kegiatan oftalmologi komunitas termasuk kampanye pada hari peringatan seputar kesehatan.

Salah satu masalah kesehatan yang hingga kini menjadi isu global adalah diabetes mellitus. Berdasarkan data dari International Diabetes Foundation (IDF), prevalensi diabetes di Indonesia mencapai 4,8% pada tahun 2012. Sekitar 58,8% diantarnya tidak terdiagnosis. Data Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi diabetes mellitus di wilayah DIY pada penduduk semua umur adalah yang tertinggi ke-2 di Indonesia sebesar 2,4%, yaitu sejumlah 350 jiwa dari 14.602 penduduk. Diabetes mellitus yang tidak terkontrol dapat mengakibatkan komplikasi pada tubuh, termasuk mata, berupa retinopati diabetika atau diabetes retinopati. Berdasarkan data WHO, retinopati diabetika menempati posisi empat setelah katarak, glaukoma, dan degenerasi makula penyebab kebutaan. Risiko mengalami retinopati diabetika meningkat sejalan dengan rentang waktu diabetes. Deteksi dini merupakan tindakan tepat untuk mencegah keterlambatan penanganan yang berisiko kebutaan.

Bertepatan dengan Hari Penglihatan Sedunia (World Sight Day) 2020 yang jatuh pada minggu ke-2 Oktober, tepatnya 8 Oktober 2020 RS Mata “Dr.YAP” berkomitmen penuh dalam mengurangi angka kebutaan akibat retinopati diabetika. RS Mata “Dr. YAP” melaksanakan kegiatan skrining retinopati diabetika pada peserta prolanis di puskesmas di Kota Yogyakarta. Sejalan dengan tema WSD tahun ini, “Hope in Sight” yang dicanangkan secara global untuk meningkatkan awareness masyarakat dan pemangku kebijakan akan pentingnya pemeriksaan mata secara berkala.

Pada Senin-Selasa, 12-13 Oktober 2020, RS Mata “Dr. YAP” menggelar skrining retinopati diabetika dengan menggandeng Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta di Puskesmas Mantrijeron dan Kotagede I. Pada hari pertama, berhasil dilaksanakan skrining pada 37 pasien (Puskesmas Mantrijeron) dan 38 pasien di hari kedua (Puskesmas Kotagede I).

RS Mata “Dr. YAP” melakukan anamnesis menggunakan kuesioner faktor risiko, pemeriksaan visus, dan pemeriksaan retina menggunakan foto fundus. Hasil foto fundus kemudian dikonsultasikan kepada dokter spesialis mata. Namun, cara konsultasinya sedikit berbeda. Jika umumnya konsultasi dilakukan tatap muka, di masa pandemi ini konsultasi dimediasi via WhatsApp. Petugas mengirim foto retina pasien kepada dokter spesialis mata yang berada di RS Mata “Dr. YAP”. Jika terindikasi retinopati diabetika, maka dokter memberi rujukan untuk konsultasi langsung atau menggunakan video conference. Namun, jika tidak ditemukan retinopati diabetika, maka pasien akan diedukasi untuk rutin periksa mata minimal sekali setahun.

Skrining diharapkan dapat membantu menurunkan angka kebutaan akibat retinopati diabetika di DIY. (Humas RS Mata “Dr. YAP”)