Periksa Mata Pasien Suspect Glaukoma di Puncak Acara World Glaucoma Week 2019

Yogyakarta, 28 Maret 2019 - Dalam momentum Puncak Acara World Glaucoma Week (WGW) 2019, RS Mata “Dr.YAP” mengadakan pemeriksaan mata gratis di Ruang Periksa Instalasi Rawat Jalan RS Mata “Dr.YAP”, Minggu, 24 Maret 2019, pukul 08.00 - 10.30.

Pemeriksaa ini merupakan tindak lanjut dari deteksi dini yang telah dilakukan oleh para pengurus Paguyuban Glaukoma Yogyakarta (PGY) serta para kader posyandu dari Puskesmas Gondokusuman 1, Gondokusuman 2, dan Jetis yang merupakan puskesman binaan RS Mata “Dr.YAP”. Sebelumnya, para pengurus dam kader tersebut telah mendapat pelartihan deteksi dini glaukoma di RS Mata “Dr.YAP”, Jumat, 15 Maret 2019.

PGY berhasil memeriksa 120 pasien dalam deteksi dini yang dilangsungkan pada 16 dan 22 Maret 2019. Posyandu lansia melangsungkan deteksi dini pada 17-18 Maret 2019 untuk 57 pasien. Puskesmas Gondokusuman 1 mendeteksi 50 pasien pada 19 Maret 2019. Dari 227 pasien yang ikut serta dalam program deteksi dini, 79 diantaranya terindikasi mengalami glaukoma sehingga perlu mendapat pemeriksaan lanjutan oleh dokter spesialis mata. Selain dari deteksi dini, terdapat 8 pasien rujukan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS) di puskesmas dan 5 pasien yang mendaftar secara mandiri. Sehingga, total 92 pasien yang diperiksa dalam Puncak Acara WGW 2019 RS Mata “Dr.YAP”

Dokter spesialis mata yang terlibat dalam pemeriksaan, yaitu dr. Purjanto Tepo Utomo, Sp.M(K)., sebagai utusan Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) cabang Yogyakarta; dr. Rastri Paramita, Sp.M.,dokter spesialis mata subdivisi Oftalmologi Komunitas; dr. Erin Arsianti, Sp.M., M.Sc., M.P.H., dokter subspesialis glaukoma sekaligus Ketua Panitia WGW 2019 RS Mata “Dr.YAP”; dr. Rossada Adiarti, Sp.M.; dr. Dewi Prita Dharmastuti, Sp.M.; dan dr. Mufida Dwi Nurhayati, Sp.M.

RS Mata “Dr.YAP” berharap, pemeriksaan mata bagi pasien suspect glaukoma secara kolektif di Puncak Acara WGW 2019 dapat berkontribusi dalam pencegahan penyakit glaukoma secara dini serta menggugah kesadaran masyarakat untuk lebih peduli pada kesehatan mata dengan rutin periksa. Selain itu, edukasi tentang glaukoma akan menjadikan “si pencuri penglihatan” ini lebih dikenal masyarakat. Sehingga ke depan, jumlah kebutaan akibat glaukoma dapat ditekan. (Humas RS Mata "Dr.YAP")